PENGOBATAN IKAN KOI (Cyprinus carpio) DAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG TERINFEKSI Aeromonas salmonicida Nia Sri Wulandari1 , Taukhid2 , Bambang Pontjo Priosoeryanto3 , Widyatmoko1 , Desi Surastini1 , Widyatmoko1 , Sri Diyah Purnamasasi1 , Bertha Aulidiya Suri1 , Taukhid2 , Bambang Pontjo Priosoeryanto31

Isi Artikel Utama

Penulis Jurnal

Abstrak

Aeromonas salmonicida merupakan bakteri patogen yang banyak menginfeksi menyerang ikan budidaya di Indonesia, dan penyakit yang ditimbulkannya disebut penyakit furunkulosis. Data pemantauan hama penyakit ikan karantina di beberapa wilayah Pulau Jawa tahun 2023 ditemukan menunjukkan masih adanya infeksi bakteri A. eromonas salmonicida pada yang menyerang ikan koi (Cyprinus carpio) dan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dibudidayakan. Pengobatan yang biasa
dilakukan adalah menggunakan antibiotik jenis tetracyclin, oxytetracycline, dan enrofloxacin. Uji terap ini bertujuan Tujuan dari uji terap ini adalah untuk merencanakan pengobatan yang paling efektif, serta mendapatkan jenis, dosis, dan
teknik aplikasi/pemberian antibiotik untuk pengobatan ikan koi dan ikan nila yang terinfeksi A. salmonicida. Studi diawali dengan seleksi jenis antibiotik sesuai Kepmen KP No. 19 tentang Obat Ikan, dan pada studi ini ditetapkan 3 jenis antibiotik yaitu
tetracyclin, oxytetracycline, dan enrofloxacin. Selanjutnya dilakukan uji sensitivity discs untuk mengetahui sensitifitas jenis-jenis ketiga antibiotik terseleksi, uji Minimum Inhibitory Concentration (MIC) untuk memperoleh dosis efektif terhadap bakteri target, serta penentuan teknik aplikasi. Dari serangkaian pengujian tersebut, ditetapkan enrofloxacin sebagai jenis antibiotik terpilih dan digunakan pada proses pengujian selanjutnya. tersebut serta dosis pemberian antibiotik terhadap A. salmonicida.Uji MIC dilakukan untuk mengetahui sensitifitas ketiga antibiotik tersebut serta dosis pemberian antibiotik terhadap A. salmonicida. Pengobatan ikan yang terpapar A. salmonicida dilakukan melalui perendaman pada dosis dan periode yang telah ditetapkandilakukan dengan pemberian antibiotik dicampurkan dengan cara bathing (perendaman). Parameter yang diamati meliputi perilaku dan gejala klinis selama proses penyembuhan, serta mortalitas ikan uji. Perendaman selama 7 hari dalam media budidaya yang mengandung antibiotik enrofloxacin dosis 8 ppm memberikan hasil yang efektif, dengan kadar residu pada 2 minggu pasca pengobatan, masih memenuh batas ambang yang dipersyaratkan dalam Permen KP. No. 37/2019. Parameter yang diamati adalah perilaku ikan selama pemulihan. Data yang diperoleh berupa data berapa jumlah ikan yang bisa sembuh kemudian ikan tersebut diperiksa jumlah bakteri A. salmonicida yang masih bertahan. Hasilnya adalah antibiotik yang paling efektif untuk mengobati ikan koi dan nila yang terinfeksi A. salmonicida adalah enrofloxacin dengan dosis yang dianjurkan adalah 8 ppm. 

Rincian Artikel

Bagian
Karantina Ikan