Karantina Ikan
Vol 1 No 1 (2026)

Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu jenis ikan hias yang diminati oleh banyak kalangan karena warna, corak, dan bentuk tubuh yang indah. Beberapa keunggulan yang menjadikannya pilihan menarik, antara lain: a). Nilai ekonomi tinggi, terutama jenis-jenis dengan warna dan corak yang unik serta kualitas genetik unggul; b). Permintaan pasar yang stabil, baik domestik maupun internasional; c). Relatif mudah dibudidayakan dan adaptif terhadap variasi kondisi lingkungan; d). Potensi pengembangan industri kreatif; e). Kontribusi terhadap ekonomi lokal; serta f). Hiburan dan estetika. Andrian et al. (2023) menyatakan bahwa hingga kini terinventarisir lebih dari 100 varian koi, dan 3 varian yang paling banyak dibudidayakan adalah Kohaku, Sanke, dan Showa. Ketiga kelompok ini biasanya disebut sebagai kelompok Gosanke dan memiliki hubungan yang erat. Di Indonesia, lalu lintas ikan koi pada Januari –
Oktober 2024 tercatat sebanyak 43.677 ekor (impor), dan 1.242.968 ekor (domestikkeluar) (KKP, 2024)

Karantina Tumbuhan
Vol 2 No 02 (2026)

Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) has been one of the most strategically impacted plantation commodities globally. As an exporter, Indonesia has significantly supplied around 75%, chased by Granada for almost 25%, in a particular case of European country’s demand (Dharmaputra et al., 2022; Kabak and Dobson, 2016). Hence, the supply chain of nutmeg cultivated initially in Indonesia has been substantially crucial as one of the most critical raw materials for the food and pharmaceutical industries (Dharmaputra et al., 2018; Punnathara, 2011).

Karantina Tumbuhan
Vol 4 No 04 (2026)

Bemisia tabaci Gennadius is an important pest of many crops in the world, distributed in tropical and
subtropical regions [1, 2]. B. tabaci causes damage to plants in four ways [3-5]. First, nymphs and adults
suck nutrient fluids from the phloem in plant stems and leaves, causing leaves to turn yellow and fall
off, plants to become stunted and wilted, or even cause plant death [5]. Second, B. tabaci stings respond
to plants by releasing a honeydew-like fluid that can be utilized by fungi, causing stomata to close and
inhibiting plant respiration and photosynthesis [6]. Third, B. tabaci is a vector insect that can transmit
more than 100 plant viruses. Fourth, adults and nymphs can inject toxic fluids during feeding, thereby
disrupting plant physiology [7, 8].

Karantina Hewan
Vol 1 No 1 (2026)

Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan adalah salah satu UPT yang ada di lingkup Badan Karantina Indonesia yang mempunyai tugas pokok dan fungsi tugas melaksanakan uji terap dan diseminasi penerapan teknik dan metode perkarantinaan hewan, ikan, dan tumbuhan sesuai
dengan standar nasional dan internasional. Pada tahun anggaran 2024 uji terap yang dilakukan oleh karantina hewan adalah “Teknik Pemusnahan Day Old Chick (DOC) sesuai Kesejatraan Hewan”. Laporan ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi ilmiah dalam penyusunan kebijakan-kebijakan perkarantina bagi Badan Karantina Indonesia.

Karantina Tumbuhan
Vol 1 No 1 (2026)

Indonesia merupakan penghasil produk hortikultura dan perkebunan
yang sangat potensial sebagai pemasok buah tropis ke negara lainnya.
Potensi komoditas seperti buah-buahan, tanaman hias, dan biofarmaka, belum
dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum mampu memenuhi ketentuan
sanitary and phytosanitry measures. Negara mitra dagang mempersyaratkan
komoditas hortikultura tersebut bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan
(OPT) yang belum ada di negara tujuan ekspor. Perlakuan merupakan syarat
tindakan karantina untuk membebaskan komoditas hortikultura dari cemaran
organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Karantina Tumbuhan
Vol 3 No 03 (2026)

Despite its polarizing aroma and flavor, Durian (Durio zibethinus Mur.) has garnered global interest due to its unique cultural and culinary significance. Unfortunately, the supply of these fruits has been seriously disrupted due to the appearance of seed borer, Mudaria luteileprosa Halloway (Lepidoptera: Noctuidae), which naturally infests the fruit, predominantly since its young age until medium cases of carrying it on to full maturity (Disthaporn et al. 1996; Sudhi-Aromna and Jumroenma 1998). The critical period of seed borer attack has been estimated to be from.